<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu Fatiyah</title>
	<atom:link href="http://abufatiyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abufatiyah.wordpress.com</link>
	<description>Mencari Kehidupan Bahagia di Dunia dan Akhirat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jun 2011 00:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abufatiyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu Fatiyah</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abufatiyah.wordpress.com/osd.xml" title="Abu Fatiyah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abufatiyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kiblat</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/kiblat/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/kiblat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 04:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem. Menurut Ibnu Katsir,[1] Rasulullah SAW dan para sahabat shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Rasulullah lebih suka shalat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka&#8217;bah. Oleh karena itu beliau sering shalat di antara dua sudut Ka&#8217;bah sehingga Ka&#8217;bah berada di antara diri beliau dan Baitul Maqdis. Dengan demikian beliau&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/kiblat/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=183&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Sejarah</h2>
<p>Pada mulanya, kiblat mengarah ke <a title="Yerusalem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yerusalem">Yerusalem</a>.  Menurut <a title="Ibnu  Katsir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Katsir">Ibnu Katsir</a>,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat#cite_note-0">[1]</a></sup> Rasulullah SAW dan para sahabat shalat dengan menghadap <a title="Mesjid  Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a>. Namun, Rasulullah lebih  suka shalat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka&#8217;bah. Oleh karena  itu beliau sering shalat di antara dua sudut Ka&#8217;bah sehingga Ka&#8217;bah  berada di antara diri beliau dan <a title="Mesjid  Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a>. Dengan demikian beliau  shalat sekaligus menghadap <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a> dan <a title="Mesjid  Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a>.</p>
<p>Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia shalat  dengan menghadap <a title="Mesjid Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a>. Ia sering  menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a> dijadikan kiblat shalat. Allah pun mengabulkan keinginan beliau dengan  menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah:</p>
<dl>
<dd>Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka  sungguh Kami akan memalingkan kamu ke <strong>kiblat</strong> yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana  saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya  orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil)  memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar  dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka  kerjakan (Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit  mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau  menghadap ke Baitullah).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat#cite_note-Al-Qur.27an-1">[2]</a></sup></dd>
</dl>
<p>Juga diceritakan dalam suatu hadits riwayat <a title="Imam Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari">Imam  Bukhari</a>:<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<dl>
<dd>Dari al-Bara bin Azib, bahwasanya Nabi SAW pertama tiba di Madinah  beliau turun di rumah kakek-kakek atau paman-paman dari Anshar. Dan  bahwasanya beliau shalat menghadap <a title="Mesjid  Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a> enam belas atau tujuh  belas bulan. Dan beliau senang kiblatnya dijadikan menghadap Baitullah.  Dan shalat pertama beliau dengan menghadap Baitullah adalah shalat Ashar  dimana orang-orang turut shalat (bermakmum) bersama beliau. Seusai  shalat, seorang lelaki yang ikut shalat bersama beliau pergi kemudian  melewati orang-orang di suatu masjid sedang ruku. Lantas dia berkata:  &#8220;Aku bersaksi kepada Allah, sungguh aku telah shalat bersama Rasulullah  SAW dengan menghadap Makkah.&#8221; Merekapun dalam keadaan demikian (ruku)  merubah kiblat menghadap Baitullah. Dan orang-orang Yahudi dan Ahli  Kitab senang beliau shalat menghadap <a title="Mesjid  Al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid_Al-Aqsa">Baitul Maqdis</a>. Setelah beliau  memalingkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu.  Sesungguhnya sementara orang meninggal dan terbunuh sebelum berpindahnya  kiblat, sehingga kami tidak tahu apa yang akan kami katakan tentang  mereka. Kemudian Allah yang Maha Tinggi menurunkan ayat &#8220;dan Allah tidak  akan menyia-nyiakan imanmu&#8221; (al-Baqarah, 2:143).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat#cite_note-Al-Qur.27an-1">[2]</a></sup></dd>
</dl>
<p>Hal itu terjadi pada tahun <a title="624" href="http://id.wikipedia.org/wiki/624">624</a>. Dengan turunnya ayat tersebut, kiblat diganti  menjadi mengarah ke <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a> di <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>.  Selain arah shalat, kiblat juga merupakan arah kepala hewan yang  disembelih, juga arah kepala jenazah yang dimakamkan.</p>
<h2>Penentuan arah kiblat</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Qibla.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/be/Qibla.png/220px-Qibla.png" alt="" width="220" height="144" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Qibla.png"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Perhitungan geometris arah kiblat</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Dalam 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim  seperti <a title="Biruni (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biruni&amp;action=edit&amp;redlink=1">Biruni</a> telah  melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari  berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua  hari dimana <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> berada tepat di atas Ka&#8217;bah, dan arah  bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa  tersebut terjadi setiap tanggal <a title="28 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Mei">28 Mei</a> pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan <a title="16 Juli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Juli">16 Juli</a> jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun <a title="Kabisat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabisat">kabisat</a>, tanggal tersebut dimajukan satu hari,  dengan jam yang sama.</p>
<p>Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat  sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di  &#8220;balik&#8221; Ka&#8217;bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut  juga mengarah ke Ka&#8217;bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal <a title="28 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_November">28  November</a> 21.09 GMT (4.09 WIB) dan <a title="16 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Januari">16  Januari</a> jam 21.29 GMT (4.29 WIB)</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=183&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/kiblat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/be/Qibla.png/220px-Qibla.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Meralat Fatwa Arah Kiblat</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/majelis-ulama-indonesia-mui-meralat-fatwa-arah-kiblat/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/majelis-ulama-indonesia-mui-meralat-fatwa-arah-kiblat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 03:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa yang mereka terbitkan mengenai arah kiblat saat melaksanakan salat bagi umat Muslim. Semula, arah kiblat mengarah ke Barat. Sekarang menjadi ke arah Barat Laut. Ada penyempurnaan. Demikian pernyataan Ketua Komisi Fatwa MUI, Anwar Ibrahim di tvone, Kamis 15 Juli 2010. Beliau menolak jika pergeseran arah salat ini disebut sebagai&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/majelis-ulama-indonesia-mui-meralat-fatwa-arah-kiblat/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=179&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Majelis Ulama  Indonesia (MUI) meralat fatwa yang mereka terbitkan mengenai arah  kiblat saat melaksanakan salat bagi umat Muslim. Semula, arah kiblat  mengarah ke Barat. Sekarang menjadi ke arah Barat Laut. Ada  penyempurnaan.</p>
<p>Demikian  pernyataan Ketua Komisi Fatwa MUI, Anwar Ibrahim di <em>tvone</em>,  Kamis 15 Juli 2010. Beliau menolak jika pergeseran arah salat ini  disebut sebagai perubahan.</p>
<p>Oleh karena  itu MUI mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menera ulang arah  kiblat 14-18 Juli 2010. MUI juga menghimbau agar setiap masjid  menyesuaikan dengan letak geografis masing-masing. Namun MUI tidak  menetapkan skala derajat pergeserannya. Penyempurnaan ini menurutnya  dibantu dengan teknologi.</p>
<p><strong>Arah kiblat</strong> untuk salat  ini sempat menjadi perdebatan beberapa waktu lalu. Salah satu  penyebabnya adalah gempa. Departemen Agama (Depag) menengarai ada 70%  masjid di Indonesia yang arah kiblatnya melenceng dari yang seharusnya.  Hal itu disebabkan pergeseran bumi, salah satunya akibat gempa bumi.</p>
<p>Untuk itu,  Depag menginstruksikan kepada kantor wilayah Depag hingga kabupaten  untuk melakukan pengukuran kembali arah kiblat. Instruksi tersebut  diungkapkan Kepala Bidang Urusan Islam Kanwil Depag Provinsi Jawa Timur,  H Abdul Hafid SH MHi.</p>
<p>Karena itu,  pihaknya meminta agar ada pengukuran kembali. Sebab, kata dia, jika  terjadi pergeseran 1 derajat saja, maka perbedaanya bisa berjarak 114  kilometer dari Baitullah.</p>
<p>Sumber :  vivanews</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=179&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2010/07/26/majelis-ulama-indonesia-mui-meralat-fatwa-arah-kiblat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peripheral Scanner</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/04/04/peripheral-scanner/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/04/04/peripheral-scanner/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 08:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Scanner Peripheral Scanner merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk melakukan entry data grafis ke dalam sistem komputer. Image scanner melakukan pemindaian (scan) suatu obyek gambar atau dokumen dan mengkonversinya ke dalam bentuk digital. Scanner dapat dijalankan dengan 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2009/04/04/peripheral-scanner/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=175&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="subjudul"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Definisi Scanner</span></p>
<p class="style11"><span class="text_isi"><em>Peripheral Scanner</em> merupakan salah satu  peralatan yang digunakan untuk melakukan <em>entry data</em> grafis ke dalam sistem  komputer. <em>Image scanner</em> melakukan pemindaian (<em>scan</em>) suatu obyek gambar atau dokumen dan mengkonversinya ke dalam  bentuk digital.</span><br />
<img src="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_313/images/hal%203.jpg" alt="" hspace="100" width="320" height="240" /></p>
<p class="text_isi">Scanner dapat dijalankan dengan 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna), menggunakan scanner dengan bit yang besar, maka akan diperoleh kwalitas yang lebih baik.</p>
<p class="text_isi">Scanner dapat bekerja dengan dilengkapi peralatan  tambahan yaitu :</p>
<ol>
<li class="text_isi">Kabel data . Digunakan untuk menghubungkan antara scanner dengan komputer. Dua jenis kabel data yang sering digunakan dalam scanner yaitu : USB (<em>Universal  Serial Bus</em>) atau Parallel.</li>
<li class="text_isi"><em>Power  Supply</em> . Menghubungkan scanner dengan sumber listrik. Terdiri dari adaptor dan  kabel penghubung tegangan ke scanner.</li>
</ol>
<p class="text_isi">Faktor utama dalam pemilihan scanner adalah :</p>
<ol>
<li class="text_isi"><em>Dynamic range</em> (rentang nada) yaitu banyaknya <em>gray level</em> (tingkat abu-abu) dari bagian paling  terang dan paling gelap di dalam suatu gambar.</li>
<li class="style11"><span class="text_isi">Mata dari scanner  atau CCD (<em>charge-coupled device</em>) yang menentukan banyaknya data yang dapat  ditangkap oleh scanner</span>
<p><img src="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_313/images/hal-5.jpg" alt="" hspace="20" width="520" height="400" /></li>
</ol>
<p class="text_isi">Ada 2  macam type Scanner yaitu :</p>
<ol>
<li class="text_isi"><em>Magnetic Ink         Character Recogniton (MICR) Reader</em></li>
<li class="style11"><span class="text_isi"><em>Optical Macnetic         Reader (OMR)</em><br />
</span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=175&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/04/04/peripheral-scanner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_313/images/hal%203.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_313/images/hal-5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Komputer</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/02/17/sejarah-perkembangan-komputer/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/02/17/sejarah-perkembangan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 01:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/2009/02/17/sejarah-perkembangan-komputer/</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Printer dan Teknologinya Teknologi Printer Dari waktu ke waktu, teknologi printer terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah &#8216;printer&#8217; saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer.&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2009/02/17/sejarah-perkembangan-komputer/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=174&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Printer dan Teknologinya</p>
<p>Teknologi Printer</p>
<p>Dari waktu ke waktu, teknologi printer terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah &#8216;printer&#8217; saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer. Saat ini, merk produk printer yang sering digunakan diantaranya adalah Epson, Hewlett Packard (HP), Canon, Lexmark dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsi, jenis printer dan cara kerja printer, silahkan membaca kelanjutan artikel ini.</p>
<p>Fungsi printer</p>
<p>Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.</p>
<p>Jenis Printer</p>
<p>Printer Dot-Matrix</p>
<p>Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal &#8216;bandel&#8217; (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet.</p>
<p>InkJet Printer</p>
<p>Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer.</p>
<p>Laser Printer</p>
<p>Sebagian dari laser printer bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=174&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2009/02/17/sejarah-perkembangan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBUSUKAN PARA PENDETA</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/kebusukan-para-pendeta/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/kebusukan-para-pendeta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 05:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Saya mendapat selebaran yang isinya berupa keterangan beberapa ayat al-Quran, diantaranya disebutkan bahwa Khadijah isteri pertama Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam adalah seorang Nashrani (Kristen), Paman Khadijah, Waraqah adalah Nashrani (Kristen). Qs. Ali Imran : 45 menyatakan bahwa Alloh menciptakan Isa (Jesus) dari kalimat-Nya. Jesus akan berkuasa di dunia dan di akhirat. Nabi&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/kebusukan-para-pendeta/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=172&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;"> </span><span style="font-size:9pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">Saya mendapat  selebaran yang isinya berupa keterangan beberapa ayat al-Quran, diantaranya  disebutkan bahwa Khadijah isteri pertama Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa  Sallam adalah seorang Nashrani (Kristen), Paman Khadijah, Waraqah adalah  Nashrani (Kristen). Qs. Ali Imran : 45 menyatakan bahwa Alloh menciptakan Isa  (Jesus) dari kalimat-Nya. Jesus akan berkuasa di dunia dan di akhirat. Nabi  Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam menegakkan Taurat dan Injil. Dalam  selebaran itu pun disebutkan keterangan dari hadits Muslim bahwa Isa anak Maryam  akan menjadi hakim yang adil. Mohon penjelasan  !</p>
<p></span></span></span></p>
<p></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="color:#0000ff;">Jama&#8217;ah-Parongpong Bandung</span></p>
<p></span><span style="color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-weight:700;">Jawaban :</span></p>
<p></span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;" lang="IN"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><span style="font-family:Helvetica,Arial;">Orang Kristen itu sejak awal sudah  menampakkan i&#8217;tikad yang tidakbaik, mereka suka menjajah negara-negara yang  berpenduduk Islam. Indonesia sendiri dijajah oleh mereka lebih dari 350 tahun,  mereka mendirikan gereja, lembaga pendidikan, panti-panti. Tapi tidak ada yang  tertarik kecuali orang-orang bodoh tentang Islam. Kini mereka beralih membujuk  orang-orang miskin dengan materi, dan membeli lahan-lahan pegunungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><span style="font-family:Helvetica,Arial;">Perlu kita yakini bahwa Yahudi dan Nashrani  sampai kapan pun akan membenci Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam dan  umatnya, Firman Alloh Qs. al-Baqarah/2:120</span></p>
<p></span></span><span style="font-weight:700;color:#000000;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا  النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ  مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ</span></p>
<p></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><em><span style="color:#000000;">Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang  kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya  petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. Dan sesungguhnya jika kamu  mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak  lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.</span></em></p>
<p><span lang="en-us">Firman Alloh pada Qs.  al-Baqarah/2:109</span></p>
<p></span></span><span style="font-weight:700;color:#000000;"></p>
<p dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ  بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا  تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ  بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;font-style:italic;" lang="en-us"><span style="font-family:Arial;color:#000000;">Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar  mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena  dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka  kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan  perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala  sesuatu.</span></p>
<p></span><span style="color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;" lang="en-us">Dari ayat ini jelas sekali bahwa Yahudi dan Nashrani itu kafir, musuh Islam.  Yang namanya musuh akan selalu menyalahkan dan berupaya menghancurkan. Apa pun  yang mereka katakan tentang agama jangan dipercaya walaupun tentang agama  mereka. Sepanjang sejarah, mereka selalu mengubah ayat-ayat Kitab disesuaikan  dengan hawa nafsu mereka. Para rahib Yahudi mengubah ayat-ayat Taurat dan para  pendeta Nashrani mengubah ayat-ayat Injil. Mereka itu cemburu sebab tidak ada  kitabnya yang asli. Menurut pengakuan Abu Luthfi, mantan pendeta yang masuk  Islam, &#8220;Kitab Kristen itu berubah-ubah&#8221; Dia memperlihatkan bukti-buktinya dengan  membuka Bibel. Sebab itu haram hukumnya percaya kepada pernyataan Yahudi dan  Nashrani tentang Islam. Kini mereka berupaya merusak Kitab Alloh yang terakhir,  al-Quran, melalui penafsiran mereka yang tidak tahu sama sekali tentang Ulumul  Quran. Al-Quran itu Kitab Alloh yang kekal yang dijamin Alloh kelestariannya  selama-lamanya</p>
<p></span></span></span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ  وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-family:Arial;color:#000000;">Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al  Qur&#8217;an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qs.  al-Hijr/15:9)</span></em></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Jika mereka berdalih dengan  al-Quran berarti harus percaya bahwa semua nabi beragama Islam, sebab al-Quran  menyatakan demikian. Firman-Nya,</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"> </span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ  اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ  مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ  فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَاب</span></span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">ِ</span><span style="color:#000000;"><em>Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah  hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali  sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara  mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah  sangat cepat hisab-Nya.</em> (Qs. Ali Imran/3:19)</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"> </span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى  مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ  نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا  مُسْلِمُون</span></span><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">َ</span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="color:#000000;"><em>Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani  Israel) berkatalah dia: &#8220;Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk  (menegakkan agama) Allah?&#8221; Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab:  &#8220;Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan  saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah  diri.</em>(Qs. Ali Imran/3:52)</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ  أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا  مُسْلِمُونَ</span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-style:italic;color:#000000;">Dan  (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: &#8220;Berimanlah kamu  kepada-Ku dan kepada rasul-Ku&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Kami telah beriman dan  saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh  (kepada seruanmu)&#8221;.</span><span style="color:#000000;">(Qs. Al-Maidah/5:111)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Ayat-ayat al-Quran saling  menafsirkan satu sama lain. Haram hukumnya menafsirkan ayat berdasarkan ra&#8217;yu  (pendapat), sementara ada ayat lain, hadits, atau atsar shahabat yang  menjelaskan maksud ayat tersebut. Apalagi ayat itu ada yang  <strong><em>mutasyabbihat</em>, </strong>yaitu ayat yang samar artinya, bahkan selintas bisa  ditafsirkan sebaliknya, sehingga maksudnya menyalahi yang sebenarnya. Firman  Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala dalam Qs. Ali Imran/3: 7</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"> </span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ  عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ  مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا  تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ  تَأْوِيلَهُ إِلا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ  كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو  الألْبَاب</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">ِ</span></span></span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="color:#000000;"><em>Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur&#8217;an) kepada  kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al  Qur&#8217;an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam  hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang  mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal  tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang  mendalam ilmunya berkata: &#8220;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat,  semuanya itu dari isi Tuhan kami.&#8221; Dan tidak dapat mengambil pelajaran  (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. </em>(Qs. Ali  Imran/3:7)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Dengan adanya ayat  mutasyabbihat, Alloh hendak menguji manusia; apakah ia beriman kepada ayat itu  atau mempermainkannya. Orang-orang Kristen tidak hanya bengkok hatinya melainkan  busuk, mereka mencari ayat-ayat mutasyabbihat di antaranya ayat 45 surat Ali  Imran.</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"> </span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">إِذْ قَالَتِ  الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ  الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ  الْمُقَرَّبِي</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">نَ</span></span></span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><em><span style="color:#000000;">(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: &#8220;Hai Maryam,  sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang  diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa  putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang  yang didekatkan (kepada Allah).</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:Times New Roman;color:#000000;"><span lang="ar-sa"> </span></span><span style="color:#000000;">(Qs. Ali imran/3:45)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Pada ayat itu ada kata  BIKALIMATIN MINHU (dengan kalimat dari-Nya). kata ini diartikan ANAK dari-Nya,  padahal kata-kata yang jelas setelahnya yaitu ISA BIN MARYAM. Ayat muhkamat yang  menjelaskan diantaranya Qs. al-Ikhlash, bahwa Alloh itu tidak punya anak dan  tidak pula punya ayah ibu. Pada Qs. an-Nisaa/4:171  disebutkan:</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"> </span></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">يَا أَهْلَ الْكِتَابِ  لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ إِنَّمَا  الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى  مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ  انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ  يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى  بِاللَّهِ وَكِيل</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">ا</span></span></span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><em><span style="color:#000000;">Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam  agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.  Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang  diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan  tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan  janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu).  (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah  dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya.  Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Adapun kata yang terkemuka di  dunia dan di akhirat; Nabi Isa terkenal karena tidak punya ayah seperti Adam,  sedangkan di akhirat, nanti beliau akan datang lagi pada hari kiamat. Dalam  hadits yang diriwayatkan para imam Muhaddits diantaranya al-Bukhari dan Muslim  diterangkan, telah bersabda Rasulallah Shallallahu &#8216;Alaihi wa  Sallam:</span></p>
<p><span style="font-weight:700;font-size:16pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Traditional Arabic;"></p>
<p dir="rtl"><span lang="ar-sa">وَالَّذِي نَفِسْي بِيَدِهِ، لَيُوشِكَنَّ أَنْ  يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ،  وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى  لاَيَقْبَلَهُ أَحَدٌ، حَتَّى تَكُوْنَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ  الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا. ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْا هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوْا إِنْ  شِئْتُمْ (</span><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَإِنْ مِنْ  أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ  يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا<span lang="ar-sa">)</span></span></p>
<p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Demi diriku ada ditangan-Nya,  sebentar lagi akan turun kepadamu Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil; Dia akan  menghancurkan salib, membunuh babi, membekukan upeti, membagikan harta sehingga  tidak ada seorang pun yang menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik  daripada dunia dan segala isinya. Kata Abu Hurairah, bacalah (Qs.  An-Nisaa/4:159)</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا  لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ  شَهِيدًا</span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><em><span style="color:#000000;">Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan  beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu  akan menjadi saksi terhadap mereka.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Nanti pada hari kiamat Nabi Isa  akan terkenal, karena beliau turun sebagai hakim yang adil, kemudian  menghancurkan salib yang selalu disembah-sembah oleh orang-orang yang meyakini  bahwa Isa wafat ditiang salib. Membunuh babi yang suka di makan orang  Kristen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Jika mereka berani berdialog  dengan kita, ajaklah untuk bermubahalah, Firman Alloh  Ta&#8217;ala:</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"></p>
<p dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ  كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ-الْحَقُّ  مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ-فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ  مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ  وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ  فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ</span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="color:#000000;"><em>Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah,  adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian  Allah berfirman kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221; (seorang manusia), maka jadilah dia.-(Apa  yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu,  karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.-Siapa yang  membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka  katakanlah (kepadanya): &#8220;Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak  kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian  marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah  ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.</em> (Qs. Ali Imran/3:59-61)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="en-us">Mubahalah ialah masing-masing  pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo&#8217;a kepada Alloh dengan  bersungguh-sungguh, agar Alloh menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta.  Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam pernah mengajak utusan Nashrani  Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran  Beliau dan kebohongan mereka.</span></p>
<p></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sumber: Majalah Da&#8217;wah Islamiyah Risalah  No. </em></strong></p>
<p></span><span lang="en-us"><strong><em><span style="font-family:Arial;">10</span></em></strong></span><strong><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"> Th. 4</span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="en-us">5</span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"> </span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="en-us">Muharram  1429</span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"> / </span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="en-us">Januari  2008</span></em></strong></p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=172&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/kebusukan-para-pendeta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAFI</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/salafi/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 05:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb . Akhir-akhir ini banyak buku2 yang muncul dengan merujuk pada manhaj salafi. Misalnya buku2 karangan Bin Baz, Utsaimi dll. Bagaimana menyikapi hal ini? Wassalmu’alaikum w.w Ita Moerad Jawaban : Bismillahirrahmanirrahim Alquran dan Sunah telah mengisyaratkan adanya perbedaan-perbedaan pendapat, dan tidak setiap pendapat itu benar. Karena itu Allah telah mengarahkan bagaimana cara&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/salafi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=170&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;"> </span><span style="font-size:9pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">Assalamu’alaikum  Wr Wb</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;">.</span></span></span></span></span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Akhir-akhir ini banyak buku2 yang muncul dengan merujuk  pada manhaj salafi. Misalnya buku2 karangan Bin Baz, Utsaimi dll. Bagaimana  menyikapi hal ini?</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Wassalmu’alaikum w.w</span></span></span></span></p>
<p></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:9pt;">Ita  Moerad</span></span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-weight:700;">Jawaban :</span></p>
<p></span></span></span><span style="color:#000000;font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></span></span><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></span></span><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Bismillahirrahmanirrahim</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Alquran dan Sunah telah mengisyaratkan adanya  perbedaan-perbedaan pendapat, dan tidak setiap pendapat itu benar. Karena itu  Allah telah mengarahkan bagaimana cara mensikapi perbedaan-perbedaan pendapat  itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Az-Zumar, An-nisa,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:9pt;">لَّذِينَ  يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ  اللهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو اْلأَلْبَاب</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Yaitu orang-orang yang mendengarkan dengan sebaik-baiknya  serta mengikuti yang terbaiknya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk  dan mereka itulah ulul albab. Q.s. Az-Zumar : 18.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"><span style="font-size:9pt;">يَاأَيُّهَا  الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ  مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ  إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ  وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan  Rasul-Nya dan pemimpin dari kalian. Jika kalian berselisih akan sesuatu,  kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah dan  hari akhir. Yang demikian itu sebaik-baik dan sebagus-bagus pengartian.Q.s.  An-nisa : 59</span></em><span style="font-size:9pt;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:9pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ  الْخَزَّاعِيّ قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ </span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"> فَقَالَ : أَْشِرُوا  وَأَبْشِرُوا أَلَيْسَ تَْشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ  اللهِ؟ قَالُوا: نَعَمْ قَالَ: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبُ طَرْفِهِ بِيَدِ  اللهِ وَطَرْفِهِ بِأَيْدِيكُمْ فَتَمَسَّكُوا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا  وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا</span><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">.ابن  حبان</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Dari Abu Syureh Al-Khazza’i, ia berkata,”Rasulullah saw.  keluar menemui kami lalu bersabda,’Bergembirala! Bergembiralah! Bukankah kalian  bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku utusan Allah?’  Mereka menjawab,’Ya’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya Al-Quran ini sebab satu  ujungnya di tangan Allah dan satu ujungnya lagi di tangan kalian.  Berpegangteguhlah dengannya, karena setelah itu kalian tidak akan tersesat  selama-lamanya.’” H.r. Ibnu Hiban, I : 329</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:9pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ  أَنَّ رَسُولَ اللهِ </span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"> خَطَبَ النَّاسَ فِي  حَجَّةِ الوَدَاعِ فَقَالَ : قَدْ يَئِسَ الشَّيْطَانُ بِأَنْ يُعْبَدَ  بِأَرْضِكُمْ وَلَكِنَّهُ رَضِيَ أَنْ يُطَاعَ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِمَّا  تُحَاقِرُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ فَاحْذَرُوا يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ  مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ  نَبِيِّهِ </span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"> . رواه الحاكم،  المستدرك على الصحيحين </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah saw. berkhotbah  kepada orang-orang pada haji wada’, beliau bersabda,”Sesungguhnya setan telah  putus asa untuk disembah di bumi kalian ini. Tetapi ia masih rela untuk ditaati  tentang selain itu. Yaitu dari yang kalian anggap enteng dari amal-amal kalian.  Maka hati-hatilah wahai manusia. Sesungguhnya aku sungguh telah jika kalian  berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Yakni kita  Allah dan sunah Nabi-Nya.’” H.r. Al-Hakim., Almustadrak ‘alash shahihain, I :  171</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Hadis seperti ini diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari dan  Muslim dengan perbedaan lafal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"><span style="font-size:9pt;">َ</span></span><strong><span style="font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"><span style="font-size:16pt;">قَالَ رَسُولُ اللهِ </span></span></strong><span style="font-size:9pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">: مَا تَقُولُونَ إِنْ  كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ بِهِ وَإِنْ كَانَ شَيْءٌ مِنْ  أَمْرِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ . رواه إبن خزيمة</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Rasulullah saw. bersabda,”Apa yang kalian katakan, jika  sesuatu itu dari urusan keduniaan kalian maka kalianlah pemegang urusannya dan  jika jika sesuatu itu dari urusan agama kalian, maka kepadaku.” H.r. Ibnu  Khuzaimah, I : 214.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Berdasarkan keterangan ayat-ayat dan hadis di atas jelas  sekali bahwa sumber hukum hanyalah Alquran dan As-Sunnah. Dan tentu saja tidak  dibenarkan dalam urusan agama menjadikan suatu manhaj sebagai sumber hukum  Selain Alquran AsSunnah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"><span style="font-size:9pt;">عَنِ مُعَاذٍ أَنَّ  النَّبِيَّ </span></span><span style="font-size:9pt;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"> لَمَّا بَعَثَهُ  قَالَ: كَيْفَ تَقْضِي؟ قََالَ: أَْقْضِي بِكِتَابِ اللهِ. قَالَ: فَإِنْ لَمْ  يَكُنْ كِتَابٌ؟ قَالَ: أَقْضِي <strong><span style="text-decoration:underline;">وَعِشْرُونَ رَسُولُ اللهِ</span></strong> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA"> قَالَ: فَإِنْ لَمْ  تَكُنْ سُنَّةً مِنْ رَسُولِ اللهِ </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">؟ قَالَ: أَجْتَهدُ  بِرَأْيِي: قَالَ: فَقَالَ النَّبِيُّ </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="ar-eg">صلى الله عليه و  سلم</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">: اَلْحَمْدُ ِللهِ  الَّذِي وَفَقَ رَسُولَ رُسُولِ اللهِ.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Dari Muadz bin Jabal bahwasannya Rasulullah saw. ketika  mengutusnya bersabda, ‘Bagaimana engkau menetapkan keputusan?’ Ia menjawab Aku  menetapkan keputusan dengan kitab Allah.’ Jika tidak ada di dalam kitab?’ Ia  menjawab,’Aku menetapkan dengan Sunah Rasululah saw.’ beliau bertanya lagi,’Jika  tidak ada di dalam As-Sunah?’ Ia menjawab,’Aku berijtihad dengan pikiranku.’”  H.r. Mushanaf Ibnu bu Syaibah, VI : 13</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-size:9pt;">Dan beliau tidak sama sekali menyebut manhaj salafi  sebagai sumber hukum.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;"><em><span style="font-size:9pt;">Wallahu A’lam</span></em></span></p>
<p></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=170&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/12/28/salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERASUKAN JIN</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/27/kerasukan-jin/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/27/kerasukan-jin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 00:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Bismillah, Apakah manusia bisa kerasukan jin/jin bisa masuk pada tubuh manusia (Kesurupan)?, Apakah hadits berikut mengindikasikan bahwa manusia bisa kesurupan : Utsman bin Abi al-’Ash r.a. berkata, ketika aku bekerja untuk Rasulullah saw. di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Maka setelah kejadian itu aku menemui&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/27/kerasukan-jin/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=168&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;"> </span><span style="font-size:9pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Bismillah, </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Apakah manusia bisa kerasukan jin/jin  bisa masuk pada tubuh manusia (Kesurupan)?, Apakah hadits berikut  mengindikasikan bahwa manusia bisa kesurupan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Utsman bin Abi al-’Ash r.a. berkata,  ketika aku bekerja untuk Rasulullah saw. di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu  dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Maka setelah  kejadian itu aku menemui Rasulullah saw. Rasulullah berkata, ”Ibnu Abi al-’Ash?”  Aku menjawab, ”Benar, ya Rasulullah.” Rasul bertanya, ”Apa yang membuatmu datang  ke sini?” Aku menjawab, ”Wahai Rasulullah, aku melihat sesuatu dalam shalatku  sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa.” Nabi bersabda, ”Itu adalah  setan (jin). Mendekatlah padaku!” Maka aku pun mendekat kepada Nabi, lalu aku  duduk. Ibnu Abi al-’Ash berkata, ”Lalu Nabi memukul dadaku dengan tangannya dan  meniup mulutku sambil berkata, ”Keluarlah musuh Allah!” Nabi melakukannya  sebanyak tiga kali. Lalu Nabi berkata, ”Teruskanlah pekerjaanmu.” (H.R. Ibnu  Majah 2:273 dan disahihkan Imam al-Bani)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Atas jawaban ustdaz Ana ucapkan  terima kasih.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Wassalam</span></span></span></p>
<p></span><span style="font-family:Helvetica,Arial;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">A.  Haris</span></span></span></span></p>
<p></span><span style="color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-weight:700;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;">Jawaban :</span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"> </span></span></p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bismillahirrahmaanirrahiim</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Kesurupan berasal dari bahasa sunda,  yaitu surup. Surup asal artinya pantas atau serasi. Tetapi menjadi tenggelam  bila disambung dengan panon poe atao bulan. Seperti surup panon poe. Adapun bila  menjadi nyurup akan berarti roh halus, jin dll. ke dalam badan manusia. Maka  dikenallah bahasa kasurupan dan di bahasa indonesiakan menjadi kesurupan atau  kerasukan. Kamus lengkap bahasa sunda-Indinesia, Indonesia Sunda, Sunda-sunda.  Susunan drs. Budi Rahayu Tamsyah Spk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Di dalam bahasa inggris disebut  trance yang berarti keadaan mabuk atau kemasukan roh atau setan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Di dalam disiplin ilmu kedokteran  dikenal dua istilah, yaitu <strong><span style="font-family:Arial;">hipnosa </span></strong>dan <strong><span style="font-family:Arial;">disosiasi</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Hipnosa </span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">ialah kesadaran yang sengaja diubah  (menurun dan menyempit, artinya hanya menerima rangsang dari sunber tententu).  Melalui sugesti, mirip dengan tidur dan sangat mudah untuk disugesti. Setelah  itu bila terus berlanjut dapat timbul amnesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Disosiasi</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> ialah sebagaian tingkah laku atau  memisahkan diri secara psikologik dari kesadaran. Kemudian terjadi amnesia  sebagaian atau total.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Disosiasi ini dapat berupa TRANS  (trance), yaitu keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan  yang biasanya mulai dengan mendadak : mungkin terjadi imobilitas dan roman muka  yang bengong/kehilangan akal atau melamun. Dapat ditimbulkan karena hipnosa atau  depresi. (disarikan dari makalah singkat dr.Hari Rayadi Mrs.av.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Inilah yang oleh orang-orang  berkepercayaan syirik kesurupan atau kerasukan jin, roh halus atau  hantu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Adapun jin adalah satu makhluk  gaib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">اَلجِنُ : عَالَمٌ  غَيْرُ مَرْئِيٍ لِلْبَشَرِ حَسْبُ أَصْلِ خَلْقَتِهِ ، فَهُمْ مِنْ عَالَمِ  الأَثِيرِ وُجُودٌ بِلاَ ظِلٍّ غَبْرُ قَابِلِينَ لِرُؤْيَةِ البَشَرِ ، فَالجِنُّ  حَقِيقَةٌ وَاقِعَةٌ غَيْرٌ مَنْظُورَةٍ لَنَا بِدَلِيل قَوْلِ اللهِ تَعَالَى :  {إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا  جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ  }</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jin adalah alam yang tidak terlihat  bagi manusia sesuai asal penciptaannya. Mereka adalah alam maya yang wujud tanpa  bayangan, tidak untuk dilihat oleh manusia. Maka jin hakikat yang nyata tidak  terlihat bagi kami dengan dalil Firman Allah : &#8211; <em><span style="font-family:Arial;">Sesungguhnya ia dan kaumnya melihat kamu dengan  keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan  Syaitan-syaitan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak  beriman</span></em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Adapun pengertian gaib:</span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">الَغَيْبُ : مَالاَ  يَقَعُ تَحْتَ الحَوَاسِ وَلاَ تَقْتَضِيهِ بِدَايَةُ العُقُولِ وَ إِنِّمَا  يُعْلَمُ بِخَبَرِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Gaib ialah sesuatu yang tidak  terjangkau oleh panca indera, tidak akan dapat disimpulkan oleh ketinggian akal,  dan hanyalah dapat diketahui dengan melalui kabar-kabar para nabi alahimus  salam. Ar- Ragib </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">:  717.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Keterangan ini berdasarkan ayat-ayat  sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;">عَالِمُ الغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أحدا  إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ  خَلْفِهِ رَصَدًا</span></strong>(</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;" dir="ltr">27</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Ia Yang Maha mengetahui gaib, maka Ia  tidak akan menampakkan atas kegaiban itu kepada seorang pun, melainkan kepada  Rasul yang di redaiNya. Maka Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu  malaikat-malaikat yang menjaga dan mengawasinya. Q.s. Al-jin :  27</span></em></p>
<p class="MsoBodyText3"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Oleh karena itu di dalam ayat lainnya  Rasulullah saw, diperintah oleh Allah swt. untuk menyampaikan ayat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA"><br />
<strong><span style="font-family:Traditional Arabic;">قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا  أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا  يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا  تَتَفَكَّرُون</span></strong>َ</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">(</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;" dir="ltr">50</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku  tidak mengatakan kepada kamu (bahawa) perbendaharaan Allah ada di sisiku, dan  aku pula tidak mengetahui perkara-perkara yang ghaib; aku juga tidak mengatakan  kepada kamu bahawasanya aku ini malaikat, aku tidak menurut melainkan apa yang  diwahyukan kepadaku”. Bertanyalah (kepada mereka): “Adakah sama orang yang buta  dengan orang yang celik? Tidakkah kamu mahu berfikir?” </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Al-an’am : 50.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Demikian pula beliau mengetahui  sedikit tentang jin setelah diberi wahyu oleh Allah swt. tentangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">قُلْ أُوحِيَ  إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنْ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا  قُرْآنًا عَجَبًا</span></span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">(</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;" dir="ltr">1</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Katakanlah (wahai Muhammad): “Telah  diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya: satu rombongan jin telah mendengar  (Al-Quran yang aku bacakan), lalu mereka (menyampaikan hal itu kepada kaumnya  dengan) berkata: `Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Quran (sebuah Kitab Suci)  yang susunannya dan kandungannya sungguh menakjubkan!. </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Q.s.aljin : 1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Berdasarkan keterangan-keterangan  ini jelas sekali bahwa jin termasuk makhluk gaib. Dan Rasulullah saw. pun  mengetahui hal itu hanya merupakan wahyu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Jadi, haruslah dibedakan antara jin  dengan iblis. Dan malaikat, Iblis, dan jin termasuk jenis jin. Mereka adalah  makhluk gaib yang tidak akan dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indra  manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Adapun mengenai bisikan-bisikan yang  buruk atau bisikan yang memerintah manusia kepada kemaksiatan, tentu itu  merupakan bisikan setan, baik yang berasal dari bangsa jin ataupun manusia..  Dengan demikian, mustahil jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Tegasnya  mereka hanya dapat mengerjakan <em><span style="font-family:Arial;">yuwaswisu fi  shudurinnas</span></em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Adapun mengenai hadis </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Kejadian yang dialami oleh Usman bin  Abu al-Ash, ia ditepuk dadanya yang diganggu setan di dalam salatnya, bahkan  sampai ia lupa sedang salat apa adalah kejadian sering dialami oleh yang sedang  salat. Itulah gangguan setan. Lalu Rasulullah saw. memukul dada Usman sambil  ditiupnya mulut Usman oleh beliau seraya bersabda,”Keluarlah wahai musuh  Allah.!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Cara ini pun sering dilakukan oleh  Rasulullah saw. untuk menguatkan mental atau batin sahabat yang memiliki masalah  mental. Umpamanya di dalam hadis Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim diceritakan bahwa  ketika Fatimah putri Rasulullah saw. merasa kesulitan dan berat mengurusi  pekerjaan rumah tangga, lalu ia meminta agar Rasulullah saw. memberinya seorang  pembantu, Rasulullah saw. tidak memberinya pembantu, tetapi beliau menekan dada  Fatimah dengan lutut beliau dan Fatimah diperintah membaca zikir tertentu  sebelum tidur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tentu saja walaupun Rasulullah saw.  menekan dada Fatimah dengan lututnya, hal itu sama dengan Rasulullah saw.  memukul dada Usman dan meniup mulutnya. Artinya, kemalasan, perasaan tidak mampu  menghadapi pekerjaan keseharian sebagai ibu rumah tangga merupakan penyakit yang  dimasukkan oleh setan ke dalam hati manusia. Hal ini seperti sering kehilangan  kekhusyuan di dalam salat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jadi cara Rasulullah saw. ini adalah  cara mendorong mental agar menjadi kuat dengan melalui sugesti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jadi sering terganggu/diganggu setan  di dalam salat adalah merupakan hal yang buruk dan harus dihilangkan. Karena  jangankan melamun akibat melihat sesuatu, hanya menoleh pun di dalam salat sudah  dikatakan dicuri sesuatu dari salatnya oleh setan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">عَنْ عَائِشَةَ  قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ  الِالْتِفَاتِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ هُوَ اخْتِلَاسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ  مِنْ صَلَاةِ الْعَبْدِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Dari Aisyah, ia berkata,”Saya  bertanya kepada Rasulullah saw. tentang menoleh di dalam salat, beliau  menjawab,’Itu adalah pencurian yang dilakukan oleh setan dari salat seorang  hamba.” H.r. Al-Bukahri. 709.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jadi, janganlah karena jin tidak  dapat bertindak apa-apa kepada manusia, lalu selalu menjadi sasaran. Yang jelas  setan itu selalu membisikan hal-hal buruk kepada manusia, maka janganlah diikuti  dan harus dilawan</span></p>
<pre style="font-size:10pt;font-family:Courier New;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Wallahu a’lam</span></pre>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wassalaam</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:9pt;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;" lang="IN"></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sumber: <a href="http://www.persis.or.id/">http://www.persis.or.id</a> 26 Juni  2008</em></strong></p>
<p></span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=168&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/27/kerasukan-jin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABU THALIB MUSLIM ?</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/abu-thalib-muslim/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/abu-thalib-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah benar Abdul Muththalib paman Rasulallah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam wafat dalam keadaaan non-muslim? Berdosakah bila tidak percaya seandainya betul Abdul muththalib meninggal nya non-muslim ? Idin Sahidin-Gunung Tanjung Tasikmalaya Jawaban : Abdul Muththalib bukan paman Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, paman beliau bernama Abu Thalib. Abdul Muththalib adalah kakek Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/abu-thalib-muslim/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=166&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;"> </span><span style="font-size:9pt;"><strong>Pertanyaan:</strong></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"></p>
<p class="MsoNormal">Apakah benar Abdul Muththalib paman Rasulallah Shallallahu  &#8216;Alaihi wa Sallam wafat dalam keadaaan non-muslim? Berdosakah bila tidak percaya  seandainya betul Abdul muththalib meninggal nya non-muslim  ?</p>
<p></span></span></p>
<p></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#0000ff;">Idin Sahidin-Gunung Tanjung  Tasikmalaya</span></p>
<p></span><span style="color:#000000;font-family:Helvetica,Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-weight:700;">Jawaban :</span></p>
<p></span></span><span style="color:#000000;" lang="IN"></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Abdul Muththalib bukan paman  Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, paman beliau bernama Abu Thalib. Abdul  Muththalib adalah kakek Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam dari pihak  ayah. Pada usia beliau delapan tahun kakeknya meninggal. Mana mungkin Abdul  Muththalib menganut Islam yang dibawa cucunya, sedangkan Nabi Muhammad  Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam diutus menjadi Rasul pada usia 40 tahun. Apa yang  mendasari saudara berkeyakinan bahwa Abdul Muththalib muslim ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Abu Thalib adalah paman  beliau, putra Abdul Muththalib. Ada beberapa riwayat tentang wafatnya Abu Thalib  bin Abdul Muththalib, diantaranya adalah:</span></p>
<p></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;" lang="ar-sa"><span style="font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;">أَنَّ أَبَا طَالِبٍ لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ  دَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أَبُوْا  جَهْلٍ فَقَالَ: أَيْ عَمِّ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ  بِهَا عِنْدَ اللهِ. فَقَالَ أَبُوْا جَهْلٍ وَعَبْدُ اللهِ ابْنُ أَبْي أُمَيَّةَ  يَاأَبَا طَالِبٍ، تَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَالاَ  يُكَلِّمَانِهِ حَتَّى قَالَ آخِرَ شَيْئٍ كَلَّمَهُمْ بِهِ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ  الْمُطَّلِبِ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَالَمْ أُنْهَ عَنْهُ. فَنَزَلَتْ (مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ  وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْ يَسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْا  أُوْلِى قَرْبَى مِنْ بَعْدِ مَاتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيْمِ)  وَنَزَلَتْ (إِنَّكَ لاَ تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ) (رواه البخاري و مسلم و  النّسائي)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bahwa Abu Thalib, ketika datang  tanda-tanda wafatnya, ditengok oleh Rasulallah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, di  sana sudah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, sabda Nabi Shallallahu  &#8216;Alaihi wa Sallam, <em>&#8220;Paman, ucapkanlah, LAA ILAAHA ILLALLAH dengan kalimat itu  saya dapat berhujjah di hadapan Alloh (bahwa engkau adalah muslim)&#8221;</em> Abu  Jahal dan kawannya berkata, <em>&#8220;Hai Abu Thalib, apakah engkau membenci millah  (agama) Abdul Muththalib ?&#8221;</em> Kedua orang itu terus menerus membujuk, sehingga  akhir katanya adalah yang dianjurkan mereka yaitu atas millah Abdul Muththalib.  Kemudian Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, <em>&#8220;Sungguh saya akan  memohon pengampunan untukmu andai saya tidak dilarang.&#8221;</em> Lalu turunlah (Qs.  at-Taubah/9 ayat 113) </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;" lang="ar-sa"><span style="font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;">مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْ  يَسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْا أُوْلِى قَرْبَى مِنْ بَعْدِ  مَاتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيْمِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-style:italic;font-family:Arial;">Tiadalah  sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada  Alloh) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum  kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasannya orang-orang musyrik itu  adalah penghuni Jahanam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> Kemudian turun pula Qs.  al-Qashash/28 ayat 56:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-weight:700;" lang="ar-sa">إِنَّكَ لاَ تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ</span><span style="font-weight:700;"> </span></span><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَلَكِ<span lang="ar-sa">نَّ</span> اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَ<span lang="ar-sa">آ</span>ءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><em>Sesungguhnya kamu tidak akan  dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi  petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui  orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Qs. al-Qashash/28:56)</em> (HR.  al-Bukhariy, Muslim dan an-Nasa&#8217;iy)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;"><span lang="ar-sa">عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أَبَا طَالِبٍ مَاتَ. فَقَالَ: اذْهَبْ  فَوَارِهِ. قَالَ إِنَّهُ مَاتَ مُشْرِكًا. قَالَ:  اذْهَبْ فَوَارِهِ. فَلَمَّا  وَارَيْتُهُ رَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ لِي: اغْتَسِلْ (رواه  النّسائي)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Dari Ali bin Abi Thalib Radliyallahu  &#8216;Anhu, bahwasannya ia mendatangi Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, seraya  berkata, &#8220;Bahwa Abu Thalib telah meninggal&#8221;. Sabda beliau, <em>&#8220;Pergilah,  kuburkan dia&#8221;</em>. Kata Ali, &#8220;Ia meninggal dalam keadaan musyrik&#8221;. Sabda beliau,  <em>&#8220;Pergilah, kuburkan dia&#8221;</em>. Setelah saya menguburnya, saya datang lagi  kepada beliau, lalu katanya, <em>&#8220;Mandilah&#8221;</em>. (HR. an-Nasa&#8217;iy)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jangan berkeyakinan tanpa dalil-dalil  al-Quran dan al-Hadits shahih. Firman Alloh Ta&#8217;ala:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;line-height:150%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-weight:700;font-size:16pt;font-family:Traditional Arabic;color:#000000;">وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ الس<span lang="ar-sa">َّ</span>مْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ  مَسْئُولا<span lang="ar-sa">ً</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-style:italic;font-family:Arial;color:#000000;">Dan  janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.  Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta  pertanggungan jawabnya.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><em> </em>(Qs.  al-Israa/17:36)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Dari kisah tentang Abu Thalib kita  dapat mengambil pelajaran bahwa amal baik saja tanpa iman tidak cukup untuk  menyelamatkan diri dari api neraka. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:9pt;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;" lang="IN"></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sumber: </em></strong><span style="color:#000000;font-family:Arial;" lang="IN"><strong><em>Majalah Da&#8217;wah Islamiyah  RISALAH no. 5 Th. 46 Sya&#8217;ban 1428 / </em></strong></span><em><strong>Agustus  2008</strong></em></p>
<p></span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=166&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/abu-thalib-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat usaha isi ulang pulsa</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/zakat-usaha-isi-ulang-pulsa/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/zakat-usaha-isi-ulang-pulsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Bidgar Sosek kami membuka usaha isi ulang pulsa, pertanyaannya : 1. Apakah usaha tersebut kena wajib zakat? 2. Bagaimana cara menghitung zakatnya? Atas jawaban ustadz saya ucapkan Jazakallah. Wassalam Abdul Haris Jawaban Diantara jenis usaha yang diwajibkan zakatnya adalah perdagangan atau jual beli. Tetapi apabila sifat usahanya hanya dalam bentuk membantu menjualkan barang orang,&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/zakat-usaha-isi-ulang-pulsa/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=164&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bismillah, Bidgar Sosek kami membuka usaha isi ulang pulsa, pertanyaannya : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">1. Apakah usaha tersebut kena wajib zakat? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">2. Bagaimana cara menghitung zakatnya? Atas jawaban ustadz saya ucapkan Jazakallah. Wassalam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Abdul Haris</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jawaban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Diantara jenis usaha yang diwajibkan zakatnya adalah perdagangan atau jual beli. Tetapi apabila sifat usahanya hanya dalam bentuk membantu menjualkan barang orang, lalu mendapat prosentase atau upah, maka tidak dikenai kewajiban zakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُنَا أَنْ نُخْرِجَ الصَّدَقَةَ مِنِ الَّذِي نُعِدُّ لِلْبَيْعِ-رواه ابو داود- </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:left;line-height:normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Dari Samurah bin Jundab r.a., ia berkata, “Adalah Nabi saw. memerintah kami untuk mengeluarkan zakat dari barang-barang yang kami sediakan untuk berdagang</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">.” H.r. Abu Dawud</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';" lang="AR-SA">عن ابن عمرو بن حماس ان اباه قال مررت بعمر بن الخطاب ر وعلى عنقى ادمة احملها فقال عمر الا تؤدى زكاتك يا حماس؟ فقلت يا امير المؤمنين مالى غير هذه التى ظهرى واهبة في القرط فقال ذاك مال فضع قال فوضعتها بين يديه قحسبها قد جدها قد وجبت فيها الزكاة فاخذ فيها الزكاة</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dari Ibnu Amr bin Hammas sesungguhnya bapaknya mengatakan, “Aku lewat kepada Umar bin Khatab, sedang pada pundaku kulit-kulit yang aku pikul. Umar bertanya, ‘Sudahkan engkau keluarkan zakatnya wahai Hammas? Aku bertanya, ‘Wahai Amirul mukminin, saya tidak mempunyai barang dagangan selain yang ada pada pundaku ini, beberapa kulit mentah yang sedang disamak’ Maka Umar berkata, ‘Itulah barang dagangan, letakanlah! Lalu aku meletakan dihadapannya, lalu menghitungnya, lalu beliau dapatkan harta itu telah wajib dikeluarkan zakatnya, lalu beliau mengambilnya.’” </span></em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;">H.r. Asy-Syafi’i, Al-Um 2:46</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">3. Pegawai yang hasilnya belum mencukupi kebutuhan pokok, apakah wajib infaq?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bagi karyawan yang mendapatkan upah/gaji tidak terkena wajib zakat, akan tetapi tidak lepas dari kewajiban infaq. Namun apabila upah yang didapat itu untuk memcukupi kebutuhan pokok pun belum cukup, maka Allah memaafkannya dan tidak berdosa.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sumber : persis.or.id<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=164&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/26/zakat-usaha-isi-ulang-pulsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALAM KUBUR</title>
		<link>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/18/alam-kubur/</link>
		<comments>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/18/alam-kubur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 02:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatiyah.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Tahapan-tahapan Kehidupan Manusia adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari [1] tanah (at-turab) dan ruh. Allah SWT membekalinya dengan hati, akal dan jasad, sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah SWT, sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang besar-besar, jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi&#160;&#8230; <a href="http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/18/alam-kubur/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=161&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--> <strong><span style="font-size:14pt;">Tahapan-tahapan Kehidupan</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span> </span>Manusia adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari [<strong><em>1</em></strong>] tanah (<em>at-turab</em>) dan ruh. Allah SWT membekalinya dengan hati, akal dan jasad, sehingga manusia memiliki tekad (<em>al-‘azmu</em>), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah SWT, sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang besar-besar, jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (33:72). Amanah yang diterima manusia berupa ibadah (51:56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (2:30) yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.</p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span> </span>Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. Allah SWT berfirman:</p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati <strong><sup><span style="font-variant:small-caps;">(1)</span></sup></strong>, lalu Allah menghidupkan kamu <strong><sup><span style="font-variant:small-caps;">(2)</span></sup></strong>, kemudian kamu dimatikan <strong><sup><span style="font-variant:small-caps;">(3)</span></sup></strong><sup><span style="font-variant:small-caps;"> </span></sup>dan dihidupkan-Nya kembali <sup><span style="font-variant:small-caps;">(4)</span></sup>, kemudian kepada-Nya-lah kamu.” </em>(2:28).</p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Secara garis besar penjelasan ayat di atas ditunjukkan oleh Tabel 1.</p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Tabel 1 Mengapa kamu <strong>kafir</strong> kepada Allah?? </span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:79.16%;margin-left:-6.3pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="79%">
<tbody>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;text-align:center;" align="center"><strong>Potongan   Ayat</strong></p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;text-align:center;" align="center"><strong>Keterangan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;">padahal kamu tadinya mati</p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;">Mati</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">2</p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;">lalu Allah menghidupkan kamu</p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;">Hidup</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">3</p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;">kemudian kamu dimatikan</p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;">Mati</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">4</p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;">dan dihidupkan-Nya kembali</p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;">Hidup</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:6.44%;padding:.75pt;" width="6%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">5</p>
</td>
<td style="width:71.56%;padding:.75pt;" width="71%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:3.7pt;"><span lang="SV">kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan</span></p>
</td>
<td style="width:21.98%;padding:.75pt;" width="21%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:4.4pt;">Dikembalikan</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:center;text-indent:36pt;" align="center">Secara lebih rinci, seluruh tahapan kehidupan yang telah dan akan dialami manusia ditunjukkan oleh Tabel 2. Seluruh manusia akan mengalami 14 (empatbelas) alam, dari alam ruh hingga surga/neraka. 11 alam di antaranya adalah alam setelah manusia mati. Sungguh perjalanan yang sangat panjang menuju surga/neraka.</p>
<p style="text-align:center;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><span lang="FI">Tabel 2 Seluruh tahapan kehidupan manusia </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<thead>
<tr>
<td style="border:1pt inset #666666;width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>AYAT </strong></p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.8pt;text-align:center;" align="center"><strong>ALAM    ANTARA</strong></p>
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>ALAM UTAMA</strong></p>
</td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td style="width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">padahal</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">kamu tadinya   mati</p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;">
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong><span lang="FI">1) Alam Kesatu :</span></strong><span lang="FI"> <strong>ALAM ROH /ALAM ARWAH</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><span lang="FI">yakni alam Awal manusia diciptakan dan tidak ada satupun manusia   mengetahuinya karena bagi Allah SWT tidak ada batas Ruang / Waktu dan Tempat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="margin-right:5.25pt;text-align:center;" align="center">lalu   Allah menghidupkan kamu</p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;"><strong>2) Alam Kedua : ALAM RAHIM</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;">yakni alam dimana manusia   tercipta melalui suatu proses pembenihan di dalam Rahim/ kandungan yang   lamanya sudah ditentukan 9 bulan</p>
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong>3) Alam Ketiga : ALAM DUNIA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;">yakni alam ujian sebagaimana   yang kita sedang alami bersama sekarang ini.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">kemudian  kamu dimatikan</p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;"><strong>4) Alam Keempat : ALAM   SAKARATUL MAUT</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;">yakni alam pada saat roh manusia   dicabut oleh Allah swt yakni alam antara Dunia menuju alam kubur</p>
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong>5) Alam Kelima : ALAM KUBUR </strong>atau   <strong>ALAM BARZAH</strong>,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;">yakni alam di mana manusia akan   memperolah Siksa atau Nikmat kubur tergantung perbuatannya selama hidupnya di   dunia sambil menunggu datangnya hari kiamat. Dan bagi yang memperoleh nikmat   kubur,  mereka para ahlul kubur seperti tidur saja  layaknya</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">dan dihidupkan-Nya   kembali</p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:7.8pt;"><strong>6)</strong> <strong>Alam Keenam :   KIAMAT</strong> atau disebut AKHIR ZAMAN atau Yaumul Qiyamah yakni alam dimana   Allah swt memusnahkan Bumi &#8211; mahluk hidup beserta seluruh isinya Lihat Situs   kiamat</p>
<p style="margin:0 0 .0001pt 7.8pt;"><strong>7) Alam Ketujuh: KEBANGKITAN </strong></p>
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong>8)</strong> <strong>Alam Kedelapan :   ALAM MASYHAR</strong> yakni alam dimana Manusia dibangkitkan kembali dari Alam   Kubur oleh Allah swt serta berkumpul di Padang Masyhar dan masing masing   manusia tidak mengenal satu sama lainnya</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:15.52%;padding:.75pt;" width="15%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">kemudian kepada-Nya lah kamu   dikembalikan</span></p>
</td>
<td style="width:40.92%;padding:.75pt;" width="40%" valign="top">
<p style="margin:0 0 .0001pt 7.8pt;"><strong><span lang="SV">9) Alam   Kesembilan:<span> </span>BALASAN</span></strong></p>
<p style="text-indent:-21.25pt;margin:0 0 .0001pt 29.05pt;"><strong><span lang="SV">10) Alam Kesepuluh: DIHADAPKAN KEPADA ALLAH DAN   PERHITUNGAN </span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt 7.8pt;"><strong><span lang="SV">11) Alam   Kesebelas: KOLAM</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt 7.8pt;"><strong><span lang="SV">12) Alam   Keduabelas: TIMBANGAN</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt 7.8pt;"><strong><span lang="SV">13) Alam   Ketigabelas: JALAN</span></strong></p>
</td>
<td style="width:43.56%;padding:.75pt;" width="43%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong><span lang="SV">14)</span></strong><span lang="SV"> <strong>Alam Kesembilan : SORGA DAN NERAKA</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 5.25pt .0001pt 5.45pt;"><strong><span lang="SV">a) ALAM SORGA: </span></strong><span lang="SV">alam kenikmatan bagi manusia yang selamat   setelah dihisab oleh Allah SWT<br />
<strong>b) ALAM NERAKA:</strong> alam kesengsaraan/siksaan bagi manusia yang tidak   selamat setelah dihisab oleh Allah SWT</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Alam Kubur (Al-Barzakh)</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. </span><span lang="IT">Di dalam al-Qur’an kata ”barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu 23:100, 25:53 dan 55:20. Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat 23:100. Allah SWT berfirman, <em>”Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” </em></span><span lang="SV">Sedangkan surat 25:53 dan 55:20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Allah SWT banyak menyebutkan tentang kubur di dalam al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah SAW di dalam haditsnya yang mulia. Firman Allah SWT tentang alam kubur:</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="SV">”dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam <strong>kubur</strong>.” (22:7).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam <strong>kubur</strong> dapat mendengar.” (35:22)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam <strong>kubur</strong> berputus asa.” (60:13)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”pada hari mereka keluar dari <strong>kubur</strong> dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam <strong>kubur</strong>.” (80:21)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam <strong>kubur</strong>.” (100:9)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”sampai kamu masuk ke dalam <strong>kubur</strong>.” (102:2)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam <strong>kubur</strong>) kecuali sebentar saja.” (17:52)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo&#8217;akan) di <strong>kubur</strong>nya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (9:84)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”<span> </span>(23:16)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”Berkatalah orang-orang yang kafir:&#8221;Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari <strong>kubur</strong>)?” (27:67)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">”Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam <strong>kubur</strong>).” (43:11)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Rasulullah SAW bersabda: <em>”<span style="color:black;">Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari <strong>siksa Kubur</strong>, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”</span></em></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam <em>Lu’lu’ wal Marjan </em>hadits no. 1822 – 1826 [<strong><em>4</em></strong>] disebutkan sabda Nabi SAW:</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>”Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli sorga, maka diperlihatkan sorga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.” </em>(HR. Bukhori dan Muslim)</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>”Nabi SAW keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” </em>(HR. Bukhori dan Muslim)<strong></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>”Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad SAW)? Adapun orang beriman maka menjawab, ’Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” </em>(HR. Bukhori dan Muslim)</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>”Seorang mu’min jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ’Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ’Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (14:27)’.” </em>(HR. Bukhori dan Muslim)</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>”Ketika selesai Perang Badr, Nabi SAW menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi SAW jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi SAW menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” </em>(HR. Bukhori dan Muslim)<em></em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatiyah.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatiyah.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatiyah.wordpress.com&amp;blog=4721742&amp;post=161&amp;subd=abufatiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatiyah.wordpress.com/2008/11/18/alam-kubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c231f14cf32255d46c84df66ed4aa28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abufatiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
