Takbiratul Ihram Dan Mengangkat Kedua Tangan (Bagian 2)

Waktu Mengangkat Tangan dan Takbir

Tentang mengangkat tagan dan ucapan takbir terdapat tiga contoh Nabi saw.

Pertama : mengangkat tangan lebih dahulu dari pada takbir

عَنْ إبْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُوْنَا بِحَذْوِ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّرَ .مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan, “Keadaan Rasulullah saw. apabila berdiri memulai salatnya, ia mengangkat kedua tanganya sehingga sejajar dengan kedua pundaknya kemudian mengucapkan Allahu Akbar”. Mutaafaq Alaih

Kedua : Mengucapkan takbir lebih dulu dari pada mengangkat kedua tangannya

Diterangkan oleh hadis riwayat Muslim dari Abu Qilabah ketika ia menyaksikan Sahabat Malik Bin Al-Huwairis yang sedang mempraktekkan salat Rasulullah yang ia saksikan sendiri

عَنْ أَبِي قِلاَبَـةَ أَنَّـهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ : إِذَا صَلَّى كَبَّرَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ … – رواه مسلم

Dari Abu Qilabah bahwa ia melihat Malik bin Al-Huwairis : Apabila salat ia takbir lalu mengangkat kedua tangannya. H.R.Muslim

Ketiga : (Muqaranah) Mengangkat tangan bersamaan dengan ucapan takbirnya

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ : أَنَّهُ رَأَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيْرَةِ . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَ أَ بُوْ دَاوْدَ

Dari Wail bin Hujr, sesungguhnya ia melihat Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan ucapan takbirnya. H.R. Ahmad dan Abu Daud

Kebanyakan ulama menyatakan lebih cenderung untuk mengamalkan cara takbir yang ketiga yaitu muqaranah. Mereka berpendapat demikian karena pada muqaranah didapatkan beberapa keutamaan, antara lain dinyatakan oleh Imam Asy-Syaukani pada kitab Nailur Authar, Juz 2 hal : 185. yaitu secara bersamaan terikuti oleh makmum yang tidak melihat atau tidak mendengar bacaan imam.

Hikmah Mengangkat Kedua Tangan Pada Takbiratul Ihram

Terdapat beberapa hikmah pada mengangkat kedua tangan beserta takbiratul ihram mengucapkan Allahu akbar, antara lain :

Memahaagungkan Allah -disertai kesediaan yang tulus ikhlas mengikuti RasulNya.

Agar terjadi pemasrahan kerelaan, ketentraman, kepatuhan, tak ubahnya tawanan perang yang mengangkat kedua tangannya sambil mengakui kekalahannya

Untuk menyatakan hebat dan sakralnya setiap bacaan dan gerakan-gerakan salat.

Ada yang menyatakan bahwa itu untuk merupakan isyarat akan membuang segala kehidupan duniawi dan menerima seluruhnya akan salatnya, dan munajat kepada Tuhannya sebagaimana yang tercakup oleh kata takbir, maka serasilah antara perbuatan dan ucapan

Kesimpulan :

Tidak sah salat tanpa takbiratul ihram

Mengangkat kedua tangan pada takbiratul ihram hukumnya wajib

–  Mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak mendekati telinga dengan jari-jari tidak dirapatkan

Dapat memilih salah satu di antara tiga cara takbir dengan angkat tangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s