SALAFI

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr Wb

.

Akhir-akhir ini banyak buku2 yang muncul dengan merujuk pada manhaj salafi. Misalnya buku2 karangan Bin Baz, Utsaimi dll. Bagaimana menyikapi hal ini?

Wassalmu’alaikum w.w

Ita Moerad

Jawaban :

Bismillahirrahmanirrahim

Alquran dan Sunah telah mengisyaratkan adanya perbedaan-perbedaan pendapat, dan tidak setiap pendapat itu benar. Karena itu Allah telah mengarahkan bagaimana cara mensikapi perbedaan-perbedaan pendapat itu.

Az-Zumar, An-nisa,

لَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو اْلأَلْبَاب

Yaitu orang-orang yang mendengarkan dengan sebaik-baiknya serta mengikuti yang terbaiknya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk dan mereka itulah ulul albab. Q.s. Az-Zumar : 18.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan pemimpin dari kalian. Jika kalian berselisih akan sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu sebaik-baik dan sebagus-bagus pengartian.Q.s. An-nisa : 59

عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخَزَّاعِيّ قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ : أَْشِرُوا وَأَبْشِرُوا أَلَيْسَ تَْشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ؟ قَالُوا: نَعَمْ قَالَ: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبُ طَرْفِهِ بِيَدِ اللهِ وَطَرْفِهِ بِأَيْدِيكُمْ فَتَمَسَّكُوا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا .ابن حبان

Dari Abu Syureh Al-Khazza’i, ia berkata,”Rasulullah saw. keluar menemui kami lalu bersabda,’Bergembirala! Bergembiralah! Bukankah kalian bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku utusan Allah?’ Mereka menjawab,’Ya’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya Al-Quran ini sebab satu ujungnya di tangan Allah dan satu ujungnya lagi di tangan kalian. Berpegangteguhlah dengannya, karena setelah itu kalian tidak akan tersesat selama-lamanya.’” H.r. Ibnu Hiban, I : 329

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه و سلم خَطَبَ النَّاسَ فِي حَجَّةِ الوَدَاعِ فَقَالَ : قَدْ يَئِسَ الشَّيْطَانُ بِأَنْ يُعْبَدَ بِأَرْضِكُمْ وَلَكِنَّهُ رَضِيَ أَنْ يُطَاعَ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِمَّا تُحَاقِرُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ فَاحْذَرُوا يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ صلى الله عليه و سلم . رواه الحاكم، المستدرك على الصحيحين

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah saw. berkhotbah kepada orang-orang pada haji wada’, beliau bersabda,”Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah di bumi kalian ini. Tetapi ia masih rela untuk ditaati tentang selain itu. Yaitu dari yang kalian anggap enteng dari amal-amal kalian. Maka hati-hatilah wahai manusia. Sesungguhnya aku sungguh telah jika kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Yakni kita Allah dan sunah Nabi-Nya.’” H.r. Al-Hakim., Almustadrak ‘alash shahihain, I : 171

Hadis seperti ini diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan perbedaan lafal.

َقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَا تَقُولُونَ إِنْ كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ بِهِ وَإِنْ كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ . رواه إبن خزيمة

Rasulullah saw. bersabda,”Apa yang kalian katakan, jika sesuatu itu dari urusan keduniaan kalian maka kalianlah pemegang urusannya dan jika jika sesuatu itu dari urusan agama kalian, maka kepadaku.” H.r. Ibnu Khuzaimah, I : 214.

Berdasarkan keterangan ayat-ayat dan hadis di atas jelas sekali bahwa sumber hukum hanyalah Alquran dan As-Sunnah. Dan tentu saja tidak dibenarkan dalam urusan agama menjadikan suatu manhaj sebagai sumber hukum Selain Alquran AsSunnah.

عَنِ مُعَاذٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم لَمَّا بَعَثَهُ قَالَ: كَيْفَ تَقْضِي؟ قََالَ: أَْقْضِي بِكِتَابِ اللهِ. قَالَ: فَإِنْ لَمْ يَكُنْ كِتَابٌ؟ قَالَ: أَقْضِي وَعِشْرُونَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: فَإِنْ لَمْ تَكُنْ سُنَّةً مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه و سلم؟ قَالَ: أَجْتَهدُ بِرَأْيِي: قَالَ: فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي وَفَقَ رَسُولَ رُسُولِ اللهِ.

Dari Muadz bin Jabal bahwasannya Rasulullah saw. ketika mengutusnya bersabda, ‘Bagaimana engkau menetapkan keputusan?’ Ia menjawab Aku menetapkan keputusan dengan kitab Allah.’ Jika tidak ada di dalam kitab?’ Ia menjawab,’Aku menetapkan dengan Sunah Rasululah saw.’ beliau bertanya lagi,’Jika tidak ada di dalam As-Sunah?’ Ia menjawab,’Aku berijtihad dengan pikiranku.’” H.r. Mushanaf Ibnu bu Syaibah, VI : 13

Dan beliau tidak sama sekali menyebut manhaj salafi sebagai sumber hukum.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s